Pengetahuan Tentang Kehamilan

Pengetahuan Tentang Kehamilan

Pengetahuan tentang kehamilan, kehamilan terjadi karena proses pembuahan (kionsepsi) ketika sel telur yang matang setelah ovulasi berada di tuba falopi yang dibuahi oleh sperma dan menjadi zigot.

Setelah itu zigot membelah menjadi8 2.4.8 dan seterusnya dengan terus bergerak dari tuba fallopi ke rongga rahim dan memakan waktu sekitar 6 hari.

Ketika telah sampai di rongga rahim zigot akan menempel pada dinding rahim yang disebut dengan proses nidasi, setelah proses ini terjadilah kehamilan.

Pada masa kehamilan banyak terjadi perubaha yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental si ibu.

Karena perubahan system hormonal akan terjadi pusing, rasa mual dan muntayh-muntah umumnya hal ini akan terjadi pada usia kehamialn awal, ibu tidak akan menyukai makanan dengan baud an rasa yang menyengat, kadang juga akan terjadi peningkatan pigmentasi pada kulit misalnya pada wajah, leher dan payudara dan akan menghilang setelah melahirkan.

Pengetahuan tentang kehamilan berupa pola makan haris diperhatikan, istirahat yang cukup, aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi itu.

Kebersihan gigi dan perawatan payudara juga harus diperhatikan.

Selama masa kehamilan pemeriksaan kesehatan minimal dilakukan sebanyak 4 kali yang harus di deteksi pada pemeriksaan antara lain :

Tekanan darah
Kadar haemoglobin
Tungkai bengkak atau tidak
Pembesaran rahim
Perkembangan janin.
Posisi janin
Detak jantung janin

Pengetahuan tentang kehamilan pada persalinan premature.

Persalinan premature adalh persalinan dini atau sebelum waktunya dapat menyebabkan bayi premature, dimana seorang bayi dapat mengalami kelainan bahkan dapat pula menyebabkan kematian bayi karena bayi belum siap untuk mandiri.

Apabila diketahui terjadi persalinan premature kelahiran bayi bisa ditunda untuk memberikan tambahan bagi bayi untuk tumbuh dan berkembang.

Apabila tidakk terjadi pendarahan dan selaput ketuban masih utuh, ibu akan dianjurkan untuk menjalani bedrest (tirah baring) dan diberikan cairan infuse magnesium sulfat yang bisa menghentikan kontraksi, atau diberikan suntikan terbtalin.

Setelah kondisi ibu normal kembali maka diberika kortikosteroid )misal betametason) untuk membuka paru-paru bayi dan mengurangi resiko gangguan pernapasan pada bayi.

Tetapi apabila terjadi pendarahan dan selaput ketuban telah pecah, maka persalinan premature sudah tidak dapat dicegah lagi.

Faktor resiko terjadinya persalinan premature antara lain :

Pernah mengalami persalinan premature pada kehamilan sebelumnya
Kehamilan ganda (kembar)
Pernah mengalami keguguran atau aborsi
Memiliki serviks abnormal
Memiliki rahim abnormal
Menjalani pembedahan perut pada saat hamil
Menderita infeksi berat ketika hamil
Pernah mengalami pendarahan pada trisemester kedua atau ketiga
Berat badan kurang dari 50 kg
Pernah memakai DES (dietilstilbestrol)
Merokok
Memakai kokain
Tidak memeriksakan kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *